Seorang sutradara bekerja mengurus semua faktor kreatif produksi. Mereka menyutradarai sebuah film dengan mengganti dokumen jadi visual, sekalian arahkan aktor sampai crew teknis secara bertepatan. Karena sangat penting dan jumlahnya tanggung-jawab, sutradara bak nabi di studio.Lalu kurang lebih kemampuan jurusan film apa yang dapat kamu kuasai supaya bisa jadi Sutradara keren seperti Joko Anwar. Artikel ini meringkas beberapa kemampuan jurusan film yang pantas kamu kuasai berdasar referensi langsung dari Joko Anwar yang dikutip dari ackack.net dan beberapa literatur yang lain.

Menurut Studiobinder, sutradara bertanggungjawab untuk mengurus semua faktor kreatif produksi. Mereka mengganti dokumen jadi video dan arahkan film, sekalian memberikan beberapa pemainnya ke staff teknis. Karena keutamaan dan tanggung-jawab mereka, sutradara seperti nabi studio.

Kuasai keterampilan berikut ini ialah awal yang baik untuk mengawali, karena tidak membutuhkan perlengkapan hebat atau banyak modal, cuma semangat dan kemauan yang kuat.

Kreatif Dalam Bercerita

Sutradara yang bagus harus dapat memakai kreasinya untuk membikin narasi yang unik dan orisinal. Ini bisa diraih bila sutradara memahami benar apa yang ingin dikatakannya dan bagaimana sampaikannya lewat media film.

Pekerjaan sutradara ialah menerjemahkan pesan, situasi hati, dan style visual dokumen. Untuk capai beberapa hal itu dibutuhkan khayalan dan cita-rasa seni yang bagus.

Tegas Sebagai Kapten Lapangan

Dikutip dari ackack.net dalam ringkasan ciutan Joko Anwar berkenaan kemampuan yang perlu terkuasai oleh sutradara andal. Dalam ciutan twitter itu Joko Anwar mengatakan jika sebagai pimpinan dalam pembikinan film, seorang sutradara harus tegas tetapi tidak sewenang-wenang pada crew yang bekerja. Menyamakan keteguhan dan situasi kerja yang nyaman jadi modal penting.

Baca Juga : Prospek Kerja Alumni Kuliah Jurusan Teknik Sipil

“Sutradara harus juga tegas sebagai kapten (bukan raja) di atas lapangan, tetapi harus juga menaungi. Crew dan pemain banyaknya dapat beberapa ratus, sutradara harus buat situasi shooting membahagiakan tetapi masih tetap serius dan usaha keras,” tulisnya dalam sebuah ciutan.

Mempunyai Kepimpinan Baik dan Mempunyai Ketrampilan Management

Sutradara bukan hanya menerjemahkan dokumen dan bercerita cerita-kisah lucu. Seorang sutradara yang bisa dipercayai harus sanggup pimpin team ke arah hasil akhir yang prima.

Makin besar produksi film, makin besar risikonya, menjadi penting untuk melatih diri bekerja secara terancang dan efektif. Alangkah baiknya kalau sutradara dan semua kepala departemen telah mempunyai gagasan dan arah harian yang dicatat secara baik.

Untuk membikin gagasan yang efisien, Kamu perlu memahami bagaimana ketrampilan crew tertentu bisa berperan pada produk akhir. Ini memungkinkannya sutradara untuk memprediksi apa yang diperlukan saat sebelum memencet tombol rekam.

Memahami workflow atau jalur kerja

Jalur kerja atau workflow penting untuk seorang sutradara. Pengetahuan yang kuat mengenai jalur kerja akan membuat proses lebih lancar.

Dalam ciutannya juga, Joko Anwar memiliki pendapat jika Sutradara harus memahami ‘alur kerja’ saat produksi, yakni saluran materi, walau umumnya ada produser saat produksi. Pada tahapan ini, bila jalur kerja salah, tentu saja bisa menghancurkan rekaman yang diambil.

Memahami teknis dan editing

Tanpa pengetahuan teknis, sutradara akan kesusahan arahkan atau memahami bagaimana capai misi kreatif mereka. Minimal seorang sutradara mempunyai pengetahuan dan memahami bagaimana membuat gambar dengan tidak sulit dan lancar.

Martin Scorsese dalam The Masterclass, yakin jika seorang sutradara harus mempunyai pengalaman akting untuk mengurus artisnya secara efisien. Tetapi, ini dapat diterapkan ke semua sektor ketrampilan.

Pengalaman mencicip ketrampilan lain memberi kita kekuatan untuk memahami langkah berpikiran dan memiliki empati pada tantangan-tantangan yang dilewati team kita.

Joko Anwar menjelaskan masih lewat account twitternya jika sutradara sering temani editor dalam mengubah film, hingga mereka perlu memahami detil teknis dan teknik pengoreksian. Bila sutradara tidak mengetahui ketidaksamaan di antara 24 fps dan 26 fps, tentu saja segera dapat mengakibatkan permasalahan.

Cermat dan Memerhatikan Detail

Lingkungan kerja di industri film benar-benar repot dengan demikian beberapa hal yang terjadi pada saat yang bertepatan . Maka selalu tenang dan siaga saat sebelum putuskan apa saja. Sempatkan diri untuk mengecek monitor, lihat warna, detil dekorasi, baju artis, dan karakter sinar.

Keliatannya seperti hal kecil, namun pada agenda yang padat, seorang akan gampang lupakan beberapa hal kecil. Sebagai seorang sutradara, pastikanlah kamu senang dengan yang kamu saksikan di camera saat sebelum meneruskan pada proses ambil gambar. Tidak boleh acuhkan naluri saat kmau berasa ada yang keliru atau lenyap. Pertanyaan bodoh seperti “Apa sasaran camera A, B, dan C sesuai?” sampai “Apa pojok ini sedikit miring?” Itu harus selekasnya jadi perhatian.

Bekerja di dunia film bukan hanya repot tapi juga populer membuat depresi. Sutradara pemula terancam meremehkan beberapa hal ini saat bekerja di bawah penekanan tinggi. Pada produksi rasio kecil dengan sumber daya terbatas, shooting ulangi atau reshoot benar-benar dijauhi. Oleh karena itu, sutradara harus cermat, jeli, dan waspada.