Saat sebelum tentukan untuk mengaplikasikan Kurikulum Merdeka di unit pendidikan, sebaiknya guru atau kepala sekolah perlu memerhatikan hal berikut.Beberapa hal berikut tentu saja menjadi bahan pemikiran implementasi Kurikulum Merdeka secara berdikari pada sebuah instansi pendidikan.Berrikut ini ackack.net akan membagikan informasi seputar kekurangan kurikulum merdeka.Mari kita simak info selengkapnya.

Seperti yang sudah dijumpai, semenjak 2022 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Tehnologi Nadiem Makarim mengeluarkan sebuah kurikulum yakni Kurikulum Merdeka.Kurikulum ini dibikin sebagai perlakuan penilaian pada kurikulum awalnya yatiu Kurikulum 2013.

Kurikulum merdeka pernah ditescobakan pada minimal 2500 sekolah pendorong dengan sistem evaluasi berbasiskan pada project tertentu (Proyek Based Learning).

Pada intinya Kurikulum Merdeka bawa ide Merdeka Belajar. Maknanya kemerdekaan untuk peserta didik dan guru di dalam meraih evaluasi yang utama, evaluasi yang sesuai yang dibalikkan ke kodrat-nya sebagai manusia.

Usaha di dalam meraih merdeka belajar benar-benar terang kelihatan dari ada perubahan struktur, tata urus administrasi, atau sistem pelaksaan pendidikan dan edukasi.

Hal yang paling fundamental yang membuat spesial ialah hak dan kebebasan yang harus didapat oleh anak sebagai peserta didik dan guru sebagai pengajar.

Satu kurikulum tentu saja mempunyai kekurangan tertentu pada proses aplikasinya terhitung Kurikulum Merdeka.

Karena itu, sekiranya guru atau kepala sekolah perlu ketahui dan mengangsung apa kurikulum merdeka ini pantas untuk diaplikasikan di sekolahnya masing-masing atau kebalikannya.

Perubahan Struktur Kurikulum

Perlu dimengerti jika Kurikulum Merdeka bawa empat perubahan struktur kurikulum sebagai sisi yang khusus.

Yakni ada perubahan status mata pelajaran, penguatan kuasa unit pendidikan dan pengajar untuk meningkatkan kurikulum operasional, pembagian struktur kurikulum jadi dua, di antara lain;

Berikut ialah ringkasan perubahan struktur kurikulum detil untuk tiap tingkatan dan tipe pendidikan:

  • PAUD: penguatan evaluasi lewat aktivitas bermain dan penguatan beberapa dasar literatur khususnya untuk membuat ketertarikan dan kesukaan membaca.
  • SD: penguatan dasar literatur dan numerasi dan kekuatan berpikiran secara inkuiri dengan memadukan ilmu dan pengetahuan alam dan ilmu dan pengetahuan sosial jadi satu mata pelajaran, disebutkan IPAS (Pengetahuan Pengetahuan Alam dan Sosial). Bahasa Inggris makin disarankan untuk memulai diberikan di tingkatan SD.
  • SMP: penguatan kapabilitas tehnologi digital terhitung kekuatan berpikiran sistem dan komputasional lewat mata pelajaran Informatika yang diharuskan.
  • SMA: pecintaan tidak berbentuk program yang tersekat-sekat atau sistem lajur (treking sistem) tetapi penyeleksian mata pelajaran mulai kelas XI.
  • SMK: struktur kurikulum yang lebih simpel dengan 2 barisan mata pelajaran, yakni Umum dan Kejuruan. Praktik kerja lapangan jadi mata pelajaran harus minimum 1 semester. Pelajar bisa pilih mata pelajaran di luar program kepiawaiannya.
  • SLB: penguatan evaluasi yang disamakan dengan karakter pelajar untuk memperkuat kemahiran hidup dan kemandirian.
  • PKBM: unit unit evaluasi memakai sistem unit credit kapabilitas (SKK). Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan terdiri mata pelajaran barisan umum dan barisan pendayagunaan dan ketrampilan berbasiskan profile siswa Pancasila.

Kekurangan Kurikulum Merdeka

Minimal ada tiga kekurangan atau kekurangan Kurikulum Merdeka, salah satunya ialah seperti berikut:

1. Kurikulum Merdeka Belajar dipandang kurang masak dalam penyiapannya

Ingat Kurikulum Merdeka ini masih seumur jagung selesai dikeluarkan oleh Mendikbudristek beberapa waktu kemarin.Tentu saja Kurikulum Merdeka ini masih perlu dilaksanakan pembahasan dan penilaian yang lebih dalam supaya efisien dan pas dalam aplikasinya.

Baca Juga : Tips Belajar Daring Agar Lebih Efisien Dan Menyenangkan

2. Sistem pendidikan dan edukasi yang belum terkonsep secara baik

Di bagian proses penerapan pendidikan dan edukasi pada Kurikulum Merdeka belum mengulas mengenai usaha kenaikan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hingga dapat diambil kesimpulan jika Kurikulum Merdeka belum ke arah ke sistem pendidikan dan edukasi yang terkonsep secara baik.

3. Minimnya SDM dan sistem belum terstruktur

Karena Kurikulum Merdeka ini masih baru, tentunya faksi Pemerintahan wajib melakukan publikasi lebih dulu dan membutuhkan penyiapan yang masak.

Ini mempunyai tujuan supaya memiliki sistem yang terstruktur dan sistematis. Disamping itu perlu menyiapkan SDM (guru/pendidik) sebagai eksekutor kurikulum itu.

Begitu kekurangan Kurikulum Merdeka bila diaplikasikan di unit pendidikan. Implementasi kurikulum bagusnya menyaksikan keadaan dan keperluan di atas lapangan supaya kesuksesan sekolah dapat dicapai dengan optimal